Selamat Datang di Ady_Dech Blogger

gi masih dalam pembangunan nich

Kamis, 16 Desember 2010

KARYA TULIS ILMIAH - ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GASTRITIS

BAB I
PENDAHULAUN
A. Latar Belakang
Salah satu tanggung jawab perawat dalam melaksanakan perannya adalah sebagai pelaksanaan asuhan keperawatan yang ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat.
Untuk melaksanakan peran perawat kesehatan masyarakat sangat diperlukan untuk senantiasa memberikan pemahaman kepada keluarga agar peran mereka dalam bidang kesehatan dapat berjalan dengan baik. Sejalan dengan peningkatan kebutuhan terhadap pelayannan kesehatan yang bermutu, maka Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dalam Lokakarya Nasional mengikrarkan bahwa keperawatan adalah profesional. Profesional yang dimaksud meliputi pelayanan profesional dan pendidikan profesional.
Lambung merupakan organ pencernaan di dalam tubuh manusia yang berfungsi menyimpan makanan, mencernakan makanan menjadi partikel yang lebih kecil untuk diteruskan ke duodenum. Fungsi lambung adalah menerima makanan dan bekerja sebagai penampung untuk jangka waktu pendek, semua makanan dicairkan dan dicampurkan dengan asam hidrokiorida dan dengan cara ini disiapkan untuk dicemakan oleh usus ( Pearce, 1995).
Penyakit gastritis adalah perdangan pada lambung dan merupakan gangguan yang sering terjadi dengan karakteristik adanya anoreksia, rasa penuh dan tidak enak pada epigastrium, mual dan muntah (Efandi 2009).
Adapun keluhan utama dari pasein dengan gastritis adalah rasa sakit pada daerah perut bagian atas, dan keluhan lain yaitu kurang nafsu makan, susah tidur akibat rasa sakit yang dirasakan. Sehingga pada pasien gastritis timbul masalah keperawatan yang harus diatasi oleh perawat yaitu nyeri, gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh dan gangguan pola istorahat dan tidur. Faktor utama pelaksanaannya adalah dengan menghilangkan etiologinya diantaranya diet lambung dengan porsi kecil tapi sering serta pemberian obat-obatan yang ditujukan untuk mengatur sekresi asam lambung berupa Antagonis Reseptor H2 seperti ranitidine, sukralfat, antasida (Soeparman, 1990)
Menurut Doenges (1999) masalah keperwatan yang muncul pada penyakit gastritis akut adalah nyeri berhubungan dengan peningkatan asam lambung, gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, gangguan pola istirahat dan tidur berhubungan dengan nyeri epigastrium, cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan, intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum.
Gangguan sistem pencernaan bagian atas yang timbul akibat perubahan pola hidup sangat bervariasi dari tukak, varises sampai dengan perdarahan dengan berbagai penyebab. Menurut Sudoyo (2007), dari 1673 kasus gangguan sistem pencernaan yang ditemukan di RSU dr Sutomo Surabaya, penyebab tertinggi perderahan Saluran Cerna Bagian Atas (SCBA) adalah pecahnya varises esophagus (76,9%), selanjutnya 19,2% disebabkan oleh kasus gastritis erosif, kasus tukak peptik sebesar 10%, sedangkan 0,6% adalah kanker lambung serta 2,6% lainnya karena sebab-sebab lain. Hal ini sama seperti dilaporkan oleh RS Pemerintah di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta yang menyatakan bahwa penyebab terbanyak perdarahan SCBA berada pada urutan ketiga.
Sesuai data yang diperoleh dari Puskesmas Hila Kecamatan Leihitu Ambon periode 2007-2009 atau tiga tahun terakhir, tentang Penyakit Gastritis dapat terlihat pada tabel dibawah ini.
TABEL 1
DISTRIBUSI PENYAKIT GASTRITIS
DI PUSKESMAS HILA KECAMATAN LEIHITU
KABUPATEN MALUKU TENGAH
2007-2009
NO TAHUN ∑ %
1 2007 702 46,93
2. 2008 756 50,53
3. Jan – Mei 2009 38 2,540
Total 1496 100
Data Primer : 2009
Sesuai dengan data pada tabel di atas, maka jumlah penderita Penyakit Gastritis dan Penyakit lain yang ditemukan pada Puskesmas Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah pada tiga tahun terakhir ini adalah, pada tahun 2007 sebanyak 702orang ( 46,93%), tahun 2008 sebanyak 756orang (50,53%), tahun 2009 Bulan Januari sampai Mei sebanyak 38orang (2,540%). Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada penderita Penyakit gastritis dan Penyakit lain pada setiap tahunnya, sehingga perlu adanya penanganan dan perhatian khusus dalam perawatan maupun pencegahan untuk mengatasi masalah keperawatan yang muncul pada penderita gastritis.
Dari hasil pendataan yang Penulis lakukan, Penulis mendapatkan satu keluarga yang mempunyai masalah kesehatan yaitu keluarga Tn K. T penyakit Gastritis. Tipe keluarga Tn K.T adalah keluarga inti yang dimana terdapat satu orang istri dan dua orang anak yang masih dalam tahap pra sekolah dan tahap sekolah, semua anggota keluarga melakukan perannya masing-masing, Lingkungan rumah keluarga tampak bersih. Tn K.T berpenyakit Gastritis sudah tiga bulan yang lalu, tetapi kurang memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. Maka penulis mengambil Keluarga Tn K.T sebagai keluarga binaan dan dilakukan Asuhan Keperawatan pada keluarga tersebut.
A. Rumusan Masalah
Rumusan masalah penelitian ini adalah ”Bagaimana Penerapan Asuhan Keperawatan Keluarga pada Tn. K.T di Puskesmas Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah ?”
B. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Adapun tujuan umum dalam penulisan ini adalah untuk mendapatkan gambaran dalam pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga yang tepat pada Tn. K.T dengan penyakit gastritis pada Puskesmas Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah.
2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini adalah :
a. Melaksanakan pengkajian keperawatan Keluarga pada pasien dengan gastritis.
b. Dapat merumuskan diagnosa keperawatan keluarga pada pasien dengan gastritis.
c. Dapat merumuskan Asuhan Keperawatan keluarga pada pasien dengan gastritis.
d. Dapat melakukan tindakan keperawatan Keluarga atau implementasi keperawatan pada pasien dengan gastritis.
e. Dapat melakukan Evaluasi terhadap Asuhan Keperawatan Keluarga yang diberikan pada pasien dengan Gastritis.
C. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Secara Teoritis
Diharapkan hasil penelitian dapat memberikan sumbangan dalam mengembangkan teori-teori ilmu kesehatan untuk meningkatkan mutu praktek keperawatan khususnya dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga.

2. Secara Praktis
Hasil penelitian dapat bermanfaat :
a. Bagi Penulis
Dapat dijadikan suatu pengamatan yang berharga dalam menambah wawasan pengetahuan mengenai penerapan asuhan keperawatan keluarga dengan penyakit Gastritis.
b. Bagi Puskesmas
Sebagai bahan pemikiran dan tindakan nyata bagi puskesmas dalam memberikan perawatan kesehatan masyarakat di wilayah kerja.
c. Bagi keluarga
Agar keluarga dapat memahami dan mengerti lebih jelas tentang penyakit Gastritis dan pemeliharaan kesehatan.
d. Bagi Institusi
Sebagai bahan referensi bagi mahasiswa keperawatan, bagi perpustakaan politeknik kesehatan Ambon dan sebagai bukti keterlibatan pembimbing untuk membimbing penulis dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga kepada pasien dengan penyakit Gastritis.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Dasar Gastritis
1. Pengertian Gastritis
Gastritis adalah inflamasi pada lapisan mukosa lambung dan sub mukosa lambung (Mansjoer, 1999). Gastritis adalah peradangan pada lambung dan merupakan gangguan yang sering terjadi dengan karakteristik adanya anoreksia, rasa penuh dan tidak enak pada epigastrium, mual dan muntah.(Erfandi, 2009)
2. Klasifikasi Gastritis
Gastritis menurut jenisnya terbagi menjadi 2 (dua), yaitu :
a. Gastritis Akut
Merupakan kelainan klinik akut yang jelas penyebabnya dengan tanda dan gejala yang khas. Biasanya ditemukan sel inflamasi akut dan neutrofil.
b. Gastritis Kronik
Penyebabnya tidak jelas, sering bersifat multi faktor dengan perjalanan klinik yang bervariasi. Kelainan ini berkaitan erat dengan infeksi H. pylor (Erfandi, 2009).


3. Etiologi
Penyebab atau etiologi gastritis ini akan dijelaskan menurut jenis gastritis (Akut-Kronis).
a. Etiologi gastritis akut
Penyebab penyakit jenis ini, antara lain 1). Obat-obatan : Aspirin, terutama salycylat, indomethacin, sulfonamide, obat anti inflamasi nonsteroid (AINS) dan steroid, 2). Alkohol Gangguan mikrosirkulasi mukosa lambung : trauma, luka bakar, sepsis3). Refluk empedu, 4). Terapi radiasi, 5). Mencerna asam atau alkali kuat.
b. Etiologi Gastritis Kronis :
Ulkus benigna atau maligna dari lambung atau oleh Helicobacter pylory (H. pylori). Menurut (Smeltzer & Bare, 2002) penyebab penyakit gastritis antara lain yaitu : 1) Obat analgetik anti inflamasi, terutama spirin, 2) Bahan-bahan kimia, 3) Merokok, 4) Alkohol, 5) Stres fisik yang disebabkan oleh luka bakar, sepsis, trauma, pembedahan, gagal pernafasan, gagal ginjal, kerusakan susunan saraf pusat, 6) Refluks usus ke lambung, 7) Endotoksin.
4. Patofisiologi
Faktor yang dapat menyebabkan rusaknya mukosa lambung adalah :
a. Kerusakan mukosa barier sehingga difusi balik ion H+ meninggi
b. Perfusi mukosa lambung yang terganggu
c. Jumlah asam lambung
Faktor ini. saling berhubungan misalnya stres fisik yang dapat menyebabkan perfusi lambung terganggu, sehingga timbul daerah-daerah infrak kecil. Di samping itu sekresi asam lambung juga terpacu, sedangkan gastritis karena bahan kimia. obat, mukosa barier rusak menyebabkan disfusi balik ion H+ meninggi, percepat kerusakan mukosal bader oleh cairan usus (Inayah,2004).
5. Manifestasi klinis
a. Gastritis akut
Sindrom dispepsia berupa nyeri epigastrium, mual, kembung, muntah, merupakan salah satu keluhan yang sering muncul. Ditemukan pula perdarahan saluran cerna berupa hematemesis melena, kemudian disusul dengan tanda-tanda anemia pasca perdarahan. Biasanya jika dilakukan anamnesis lebih dalam, terdapat riwayat penggunaan obat-obatan atau bahan kimia tertentu.
b. Gastritis kronik
Kebanyakan pasien tidak mempunyai keluhan. Hanya sebagian kecil mengeluh nyeri uluhati, anoreksia, nausea dan pada pemeriksaan fisik tidak dijumpai kelainan.
4. Komplikasi
a. Gastritis Akut
Komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh gastritis akut adalah perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) berupa hematemesis dan melena, dapat berakhir sebagai syock hemoragik. Khusus untuk perdarahan SCBA, perlu dibedakan dengan tukak peptik. Gambaran klinis yang diperlihatkan hampir sama. Namun pada tukak peptik penyebab utamanya adalah H. pylory, sebesar 100% pada tukak duodenum dan 60-90 % pada tukak lambung. Diagnosis pasti dapat ditegakkan dengan endoskopi.
b. Gastritis Kronis
Perdarahan saluran cerna bagian atas, ulkus, perforasi dan anemia karena gangguan absorpsi vitamin B12.
6. Penatalaksanaan
a. Penatalaksanan Keperawatan
Faktor utamaadalah dengan menghilangkan etiologinya dengan pengaturan diet yaitu mengkonsumsi makanan lunak dalam porsi kecil tapi sering,berhenti mengkonsumsi makanan yang pedas dan asam,berhenti merokok,serta berrhenti minum-minuman beralkohol.


b. Penatalaksanan Medis
Pengobatan medis atau pemberian obat-obatan ditunjukan untuk mengatur sekresi asam lambung berupa antagonis resptor H2 (seperti ronitidin),sukralfat,antasida (Soeparman,1990)
B. KONSEP KELUARGA
1. Pengertian keluarga.
Keluarga adalah kumpulan dua orang atau lebih yang hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional dan individu mempunyai peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga (Suprajitno, 2004).
Keluarga adalah dua atau lebih individu yang tergabung karena hubungan darah, perkawinan dan adopsi, dalam satu rumah tangga berinteraksi satu dengan yang lainnya dalam peran dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya (Bailon dan Maglaya, 1989).
Keluarga adalah bagian dari masyarakat yang perannya sangat penting untuk membentuk kebudayaan yang sehat( Setiadi, 2008).
2. Tipe keluarga
a. Keluarga inti (nuclear family) adalah keluarga yang hanya terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang diperoleh dari keturunannya atau adopsi atau keduanya.
b. Keluarga besar (extended family) adalah keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah (kakek - nenek, paman - bibi)
2. Fungsi keluarga
Fungsi keluarga (Effendi, 1998) adalah sebagai berikut :
a. Asih, adalah memberikan kasih sayang, perhatian, rasa aman/kehangatan kepada anggota keluarga sehingga memungkinkan mereka tumbuah dan berkembang sesuai usia dan kebutuhannya.
b. Asuh, adalah menunjuh kebutuhan pemeliharaan dan perawatan anak agar kesehatannya selalu terpelihara, sehingga diharapkan menjadikan mereka anak-anak yang sehat baik fisik, mental, sosial dan spiritual.
c. Asah, adalah memenuhi kebutuhan pendidikan anak sehingga siap menjadi anak manusia dewasa yang mandiri dalam mempersiapkan masa depannya.
3. Peran keluarga
Menurut Effendy (1998) ada beberapa peran keluarga antara lain :
a. Peran ayah : Sebagai kepala rumah tangga dan suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidikan, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.
b. Peran ibu : sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, serta mengatur kebutuhan rumah tangga, sebagai pengasuh, pendidik dan pelindung anak-anaknya, sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkunganya, di samping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.
c. Peran Anak : anak – anak melaksanakan peranan psiko-sosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial dan spiritual.
4. Tahapan-tahapan keluarga
Tahapan – tahapan keluarga sebagai berikut:
a. Tahap pembentukan keluarga ; tahap ini dimulai dari pernikahan, yang dilanjutkan dalam bentuk rumah tangga.
b. Tahap menjelang kelahiran Anak ; tugas keluarga yang utama untuk mendapatkan keturunan sebagai generasi penerus, melahirkan anak merupakan kebanggaan bagi keluarga yang merupakan saat-saat yang sangat dinantikan.
c. Tahap menghadapi bayi ; dalam hal ini keluarga mengasuh, mendidik dan memberikan kasih sayang kepada anak, karena pada tahap ini bayi kehidupannya sangat tergantung kepada kedua orang tuanya. Dan kondisinya masih sangat lemah.
d. Tahap menghadapi anak prasekolah ; pada tahap ini anak sudah mulai mengenal kehidupan sosialnya, sudah mulai bergaul dengan teman sebaya, tetapi sangat rawan dalam masalah kesehatan, karena tidak mengetahui mana yang kotor dan mana yang bersih. Dalam fase ini anak sangat sensitif terhadap pengaruh lingkungan dan tugas keluarga adalah mulai menanamkan norma-norma kehidupan, norma-norma agama, norma-norma sosial budaya dan sebagainya.
e. Tahap menghadapi anak sekolah ; dalam tahapan ini tugas keluarga adalah bagaiman mendidik anak, mengajari anak untuk mempersiapkan masa depannya. Membiasakan anak belajar secara teratur, mengontrol tugas-tugas anak, dan meningkatkan pengetahuan umum anak.
f. Tahap mengahadapi anak remaja ; tahap ini adalah tahap yang paling rawan, karena dalam tahap ini anak akan mencari identitas diri dalam membentuk kepribadiannya, oleh karena itu suri tauladan dari kedua orangtua sangat diperlukan. Komunikasi dan saling pengerti antara kedua orangtua dengan anak perlu dipelihara dan dikembangkan.
g. Tahap melepaskan anak ke masyarakat ; setelah melalui tahapan remaja dan anak telah dapat menyelesaikan pendidikannya, maka tahap selanjutnya adalah melepaskan anak ke masyarakat dalam memulai kehidupannya yang sesungguhnya, dalam tahap ini anak akan memulai kehidupan berumah tangga.
h. Tahap berdua kembali ; setelah anak besar dan menempuh kehidupan keluarga sendiri-sendiri, tinggallah suami istri berdua saja. Dalam tahap ini keluarga akan merasa sepi, dan bila tidak dapat menerima kenyataan akan dapat menimbulkan depresi dan stress.
i. Tahap masa tua ; Tahap ini masuk ke tahap lanjut usia, dan kedua orang tua mempersiapkan diri untuk meninggalkan dunia yang fana ini. (Effendy,1998)
C. Konsep Asuhan Keperawatan Keluarga
1. Pengertian Asuhan Keperawatan Keluarga
Asuhan keperawatan keluarga adalah suatu rangkaian kegiatan yang diberikan melalui praktek keperawatan dengan sasaran keluarga. Asuhan ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang dialami keluarga dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. (Suprajitno,2004)
2. Tujuan Asuhan Keperawatan Keluarga
a Tujuan umum
Asuhan keperawatan keluarga adalah ditingkatkannya kemampuan keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan secara mandiri.
b. Tujuan khusus
Yang ingin dicapai adalah ditingkatkannya kemampuan keluarga :
1). Mengenal masalah kesehatan keluarga.
2). Memutuskan tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah kesehatan keluarga.
3) Melaksanakan tindakan perawatan kesehatan yang tepat kepada anggota
keluarga yang sakit, mempunyai gangguan fungsi tubuh, dan atau keluarga yang membutuhkan bantuan, sesuai dengan kemapuan keluarga.
4). Memelihara dan memodofikasi lingkungan keluarga (fisik,pisikis,dan social) sehingaa dapat meningkatakan kesehayan keluarga.
5) Memanfatkan sumber daya yang ada di masyarakat (misalnya: puskesmas, posyandu, atau sarana kesehatan lain) untuk memperoleh peranan kesehatan sesuai kebutuhan keluarga.
3. Tahapan-tahapan Asuhan Keperawatan Keluarga
a. Pengkajian
Pengkajian adalah suatu tahapan ketika seorang perawat mengumpulkan informasi secara terus-menerus tentang keluarga yang dibinanya. Pengkajian merupakan langkah awal pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga. Agar diperoleh data pengkajian yang akurat dan sesuai dengan keadaan keluarga, perawat diharapkan menggunakan bahasa ibu (yang digunakan setiap hari), lugas, dan sederhana. Tahap ini mencakup pengumpulan data, analisis/implementasi data tentang kondisi bio, psiko, sosial, kultutal dan spiritual pasien. (Suprajitno, 2004).

1). Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan kegiatan menghimpun data atau informasi dari berbagai pihak, keluarga, petugas kesehatan dan hasil rekam medis. Data yang dikumpulkan dapat berupa data yang bersifat objektif dan subjektif. Data yang bersifat objektif adalah data yang diperoleh dari pengamatan perawat dan data subjektif adalah data yang diperoleh dari klien, dan keluarga.
Dalam pengumpulan data yang dikaji adalah : a). Data umum yang terdiri dari nama kepala rumah tangga, alamat, pekerjaan, pendidikan, komposisi keluarga, tipe keluarga, suku bangsa, agama, status social ekonomi, aktivitas rekreasi keluarga. b). riwayat dan tahap perkembangan keluarga yang terdiri dari tahap perkembangan keluarga saat ini, tugas perkembangan keluarga yang belum dipenuhi, riwayat kesehatan keluarga inti, riwayat kesehatan keluarga sebelumnya. c). data lingkungan yang terdiri dari karakteristik rumah, denah rumah, mobilitas geografis keluarga, perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat, sistem pendukung keluarga. d). stuktur keluarga yang terdiri dari stuktur peran, nilai atau norma keluarga, pola komunikasi keluarga, stuktur kekuataan keluarga. e). fungsi keluarga yang terdiri dari fungsi ekonomi, fungsi pendapatan status ekonomi, fungsi pendidikan, fungsi sosialisasi, fungsi pemenuhan kesehatan, fungsi religius, fungsi rekreasi keluarga fungsi afektif. f). stress dan koping keluarga yang terdiri dari stressor jangka panjang dan pendek, kemampuan keluarga merespon terhadap stressor, strategi koping yang digunakan, strategi adaptasi disfungsional. g). pemeriksaan kesehatan tiap individu dan anggota keluarga. h). harapan keluarga. i). data tambahan.
2). Klasifikasi Data tentang tanda dan gejala Gastritis :
a). Data Subjektif adalah : Pasien mengatakan tidak ada nafsu makan, mulud terasa pahit, nyeri uluhati, rasa mual dan muntah, sulit tidur, badan terrasa lemas, tidak dapat melakukan aktifitas.
b). Data Objektif adalah : adanya nyeri tekan, gelisa, banyak berkeringat, wajah tampak pucat, penurunan berat badan, turgor kulit jelek, bibir tampak kering, k/u lemah, pasien selalu bertanya-tanya tentang penyakitnya, pasien tidak melakukan aktifitas, penurunan berat badan, porsi makan tidak dihabiskan.
3). Analisa Data
Kegiatan yang dilakukan yaitu menetapkan masalah kesehatan keluarga. Ada lima kelompok masalah keperawatan keluarga yaitu : (a) Ketidakmampuan mengenal masalah, (b) Ketidaksanggupan mengambil keputusan mengenai tindakan kesehtan yang tepat, (c) Ketidakmampuan merawat atau menolong anggota keluarga yang sakit, (d) Ketidakmampuan memelihara lingkungan rumah yang sering mempengaruhi kesehtan dan pengembangan pribadi, (e) Ketidakmampuan menggunakan sarana di masyarakat guna memelihara kesehatan.
Analisa data adalah kemampuan mengkaitkan data dan menghubungkan data tersebut sebagai konsep, teori dan prisip yang relavan untuk membuat kesimpulan dan menentukan masalah kesehatan keperawatan.(Effendy 1995). Tabel dibawah ini memperlihatkan masalah keperawatan yang terjadi pada pasien Gastritis.
TABEL 2
ANALISA DATA PENYAKIT GASTRITIS
Data Penyebab Masalah
Data Subjektif :
a. Pasien mengatakan nyeri uluhati
b. Pasien mengatakan mual dan muntah.
Data Objektif :
a. Adanya nyeri tekan
b. Wajah tampak pucat.


Data Subjektif :
a. Pasien mengatakan tidak ada nafsu makan.
b. Pasien mengatakan badan terasa lemas.
c. Pasien mengatakan mulud terasa pahit.
Data Objektif :
a. Porsi makan tidak dihabiskan.
b. Penurunan berat badan.
c. Bibir tampak kering.


Data subjektif :
Pasien mengatakan sulit tidur.
Data Objektif :
a. K/U lemah
b. Ekspresi wajah tampak meringis.


Data Subjektif :

Data Objektif :
a. Pasien tampak gelisa
b. Banyak berkeringat
c. Wajah tampak pucat
d. Selalu bertanya-tanya tentang
Penyakitnya



Data Subjektif :
a. Pasien mengatakan badan terasa lemas
b. Pasien mengatakan tidak dapat aktifitas

Data Objektif :
a. K/U lemah
b. Pasien tidak tampak melakukan aktifitas
Peningkatan asam lambung






Anoreksia












Nyeri epigastrium





Kurang penetahuan









Kelemahan umum Nyeri








Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh









Gangguan pola istirahat dan tidur





Cemas










Intoleransi aktifitas

4). Prioritas Masalah
Kesehatan yang akan dipecahkan dengan mempertimbangkan a).Sifat Masalah, b) Kemungkinan Masalah Dapat diubah, c) Potensi Masalah Untuk diubah, d) Menonjolnya Masalah.
TABEL 3

SKALA UNTUK MENYUSUN MASALAH KESEHATAN KELUARGA SESUAI DENGAN PRIORITAS

No Kriteria Skala Bobot
1



2



3



4
Sifat masalah :
a Ancaman kesehatan
b Tidak atau kurang sehat
c Krisis
Kemungkinan masalah diatasi
a Mudah
b Sebagian
c Tidak dapat
Potensial masalah untuk diatasi
a Tinggi
b Cukup
c Rendah
Penonjolan masalah
a Masalah besar harus segera ditangani
b Ada masalah tapi tidak perlu
c Masalah tidak dirasakan
2
3
1

2
1
0

3
2
1

2
1
0

1



2



1



1
Sumber Effendi (1998)
b. Perumusan Diagnosa Keperawatan Keluarga
Perumusan diagnosa keperawatan dapat diarahkan kepada sasaran individu dan atau keluarga. komponen diagnosis keperawatan meliputi masalah (problem), penyebab ( etiologi), dan atau tanda (sign). Perumusan diagnosa keperawatan menggunakan aturan yang telah disepakati, terdiri dari : 1. Masalah (problem) adalah satu pernyataan tidak terpenuhinya keburuhan dasar manusia yang dialami oleh keluarga atau anggota (individu) keluarga. 2. penyebab (etiologi) adalah suatu pernyataan yang dapat menyebabkan masalah dengan mengacu kepada lima tugas keluarga, yaitu mengenal masalah, mengambil keputusanyang tepat, merawat anggota keluarga, memelihara lingkungan, atau memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan. 3. tanda (sign) adalah sekumpulan data subjektif dan objektif yang diperoleh perawata atau keluarga secara langsung yang mendukung masalah dan penyebab.

c. Perencanaan
Menurut Suprajitno (2004) Perencanaan keperawatan mencakup tujuan umum dan khusus yang didasarkan pada masalah yang dilengkapi dengan criteria dan standar yang mengacuh pada penyebab.selanjutnya merumuskan tindakan keperawatan yang berorientasi pada criteria dan standar.
Rencana tindakan keperawatan terhadap keluarga, meliputi kegiatan yang bertujuan:
1. Menstimulasi kesadaran atau penerimaan keluarga mengenai masalah dan kebutuhan kesehatan dengan cara : a.) memberikan informasi yang tepat, b) mengidentifikasi kebutuhan dan harapan keluarga tentang kesehatan, c) mendorong sikap emosi yang mendukung upaya kesehatan.
2. Menstimulasi keluarga untuk memutuskan cara perawatan yang tepat, dengan cara a) mengidentifikasi konsekuensinya bila tidak melakukan tindakan, b) mengidentifikasi sumber-sumber yang ada disekitar keluarga
3. Memberikan kepercayaan diri selama merawat anggota keluarga yang sakit, dengan cara a) mendemonstrasikan cara perawatan, b) menggunakan alat dan fasilitas yang ada di rumah, c) mengawasi keluarga melakukan perawatan.
4. Membantu keluarga dalam memelihara lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan keluarga, dengan cara : a) menemukan sumber-sumber yang dapat digunakan keluarga, b) melakukan perubahan lingkungan bersama keluarga seoptimal mungkin.
5. Memotivasi keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada disekitarnya, dengan cara : a) menggunakan fasilitas kesehatan yang ada disekitar keluarga, b) membantu keluarga menggunakan fasilitas kesehatan yang ada.
d. Implementasi
Terdiri dari berbagai intervensi keperawatan yang direncanakan dapat mengatasi diagnosis keperawatan sehuingga pasien dapat terpenihi kebutuhan dasarnya. Sifat inervensi keperawatan yang dapat dilakukan pearawat, yaitu bersifat bantuan, bersifat higienis, bersifat rehabilitasi, bersifat suportif, bersifat preventif, bersifat observasi, dan memberikan informasi yang akurat dan memuaskan tentang pengobatan.
Pada tahap ini, perawat yang mengasuh keluarga sebaiknya tidak bekerja sendiri, tetapi perlu melibatkan secara integrasi semua profesi kesehatan yang menjadi tim perawat kesehatan di rumah. Peran perawat yang dilaksanakan adalah coordinator. Namun, perawat juga dapat mengambil peran sebagai pelaksanaan asuhan keperawawatan.
Pada kegiatan implementasi, perawat perlu melakukan kontrak sebelumnya ( saat mensosialisasikan diagnosis keperawatan). Untuk pelaksanaan yang meliputi kapan dilaksanakan, berapa lama waktu yang dibutuhkan, materi/topik yang didiskusikan, siapa yang melaksanakan, anggota keluarga yang perlu mendapat informasi(sasaran langsung implementasi), dan peralatan yang mungkin dipersiapkan keluarga. kegiiatan ini bertujuan agar keluarga dan perawat mempunyai kesiapan secara fisik dan psikhis pada saat implementasi.
Implementasi merupakan bagian akhir dalam asuhan keperawatan, yaitu perawat melakukan tindakan sesuai rencana yang meliputi :
1) Tindakan keperawatan,
2) Observasi keperawatan,
3) Pendidikan kesehatan /keperawatan,dan
4) Tindakan medis yang dilakukan perawat(tugas limpah)
e. Evaluasi
Menurut Suprajitno (2004) Evaluasi merupakan kegiatan membandingkan antara hasil implementasi dengan criteria dan standar yang telah ditetapkan untuk melihat keberhasilannya. Bila hasil tidak atau berhasil sebagian, perlu disusun rencana keperawatan yang baru. Perlu diperhatikan juga bahwa evaluasi perlu dilakukan beberapa kali dengan melibatkan keluarga sehingga perlu pula direncanakan waktu yang sesuai dengan kesediaan keluarga.
Evaluasi disusun dengan menggunakan SOAP yang operasional dengan pengertian : S adalah ungkapan perasaan dan keluhan yang dirasakan secara subjektif oleh keluarga setelah diberikan implementasi keperawatan. O adalah keadaan objektif yang dapat diidentifikasi oleh perawat menggunakan pengamatan yang objektif setelah implementasi keperawatan. A adalah merupakan analisa perawat setelah mengetahui respon subjektif dan objektif keluarga yang dibandingkan dengan criteria dan standar yang telah ditentukan mengacu pada tujuan pada rencana keperawarttan keluarga. P adalah perencanaan selanjutnya setelah perawat melakukan analisis.
Pada tahap ini ada dua evaluasi yang dapat dilaksanakan oleh perawat, yaitu evaluasi formatif yang bertujuan untuk menilai hasil implementasi secara bertahap sesuai dengan kegiatan yang dilakukan sesuia kontrak pelaksanaan dan evaluasi sumatif yang bertujuan menilai secara keseluruhan terhadap pencapaian diagnosa keperawatan adalah rencana diteruskan, diteruskan sebagian, diteruskan dengan perubahan intervensi atau dihentikan.
D.Kerangka Konsep



Keterangan :
: variable Independen
: variable Dependen
GAMBAR I
KERANGKA KONSEP PENELITIAN
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan Jenis penelitian diskriptif yang berbentuk studi kasus yaitu menggambarkan penerapan Asuhan keperawatan keluarga pada Tn K.T, dengan penyakit Gastritis di wilayah kerja Puskesmas Seith Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah.
B. Lokasi Dan Waktu Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Yang menjadi lokasi penelitian ini adalah rumah keluarga Tn K.T yang menderita Gastritis yang berada Di wilayah kerja Puskesmas Hila kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah.
2. Waktu Penelitian
Waktu Penelitian selama tiga hari mulai dari tanggal 22 Juni sampai dengan 24 Juni 2009.
C. Subjek Penelitian
Yang menjadi subjek atau sampel dalam penelitian ini adalah keluarga Tn “K.T” dengan penyakit Gastritis pada wilayah kerja Puskesmas Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah.

D. Definisi operasional
1 Asuhan keperawatan keluarga adalah Asuhan keperawatan keluarga yang diberikan kepada keluarga dengan penyakit gastritis.
2 Pengkajian data keluarga adalah penulis mengumpulkan data dari keluarga Tn K.T dan puskesmas serta tenaga kesehatan lain mengenai masalah keperawatan keluarga dengan penyakit Gastritis.
3 Diagnosa keperawatan adalah penulis merumuskan masalah berdasarkan data yang dikumpul dari keluarga yang menderita penyakit gastritis di Wilayah kerja Puskesmas Hila Kecamatan Leihitu Ambon.
4 Rencana tindakan keperawatan adalah penulis membantu rencana untuk mengatasi masalah keperawatan keluarga Tn K.T dengan penyakit Gastritis di Wilayah kerja Puskesmas Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah.
5 Pelaksanan adalah penulis melaksanakan rencana yang telah di tetapkan tentang masalah Gastritis yang diderita oleh Tn K.T di wilayah kerja Puskesmas Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah.
6 Evaluasi hasil adalah hasil dari pelaksanaan Asuhan Keperawatan pada Tn K.T dengan penyakit Gastritis di wilayah kerja Puskesmas Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah.
7. Keluarga adalah sekumpulan orang yang terdiri dari ayah, ibu dan anak atau saudara yang tinggal dalam satu rumah.
8 Penyakit Gastritis adalah penyakit yang diderita oleh Tn K.T di wilayah kerja Puskesmas Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah.
E. Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis adalah :
1. Wawancara
Jenis pengumpulan data dengan wawancara atau tanya jawab dengan penderita, keluarga dan tim kesehatan lainnya ada hubungan dengan penulisan ini.
2. Observasi
Penulis mengadakan pengamatan langsung ke lingkungan perumahan keluarga Tn K.T.
3. Pemeriksaan Fisik
a. Pemeriksaan fisik difokuskan langsung dengan keluarga dan penderita.
b. Pemeriksaan secara menyeluruh yang meliputi infeksi, palpasi, perkusi dan aukultasi.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa format pengkajian data kesehatan keluarga. Pena, pensil dan Spignomanometer, stetescop dan buku catatan perawat.
G. Jalannya Penelitian.
Dalam penelitian ini teknik yang dipergunakan adalah sebagai berikut;
1. Wawancara atau anamnessa yaitu peneliti akan melakukan Tanya jawab secara langsung kepada pasien atau keluarga pasien guna mendapatkan data yang akurat.
2. Observasi yaitu peneliti mengadakan pengamatan langsung pada pasien untuk mengetahui keadaan pasien
3. Pemeriksaan fisik meliputi; Inspeksi.
H. Pengolahan dan analisa data.
Setelah data dikumpulkan dengan menggunakan format pengumpulan data, kemudian dianalisa / diolah sesuai dengan petunjuk pengolahan data dalam bentuk narasi asuhan keperawatan dan disajikan dalam bentuk Metriks Proses keperawatan.
I. Penyajian Data
Karya tulis ilmiah ini penulis menyajikan data dalam bentuk kata – kata secara narasi kemudian dimuat dalam matriks Asuhan Keperawatan Keluarga.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Pengkajian
Berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan pada Tn K.T di wilayah kerja Puskesmas Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, maka diperoleh data sebagai berikut :
a. Data Umum
1).Nama Kepala Keluarga : Tn K.T
2).Alamat : Negri Seith
3).Pekerjaan : P N S
4).Pendidikan terakhir : S P G
5). Komposisi keluarga :
TABEL 4
Komposisi Keluarga
No Nama Umur Hub Dgn KK Pndk Status Imunisasi Ket.
L P BCG Polio DPT Hptts Campak
1 2 3 4 1 2 3 1 2 3
1. Ny. S. 39 Istri SMP
2. An. A 13 Anak SMP
3. An. E 3 Anak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Sumber : Data Primer, 2009



Genogram :





Keterangan :
: Meninggal
: Laki-Laki
: Perempuan
: Penderita
: Yang serumah
: Garis keturunan
GAMBAR 2
GENOGRAM 3 GENERASI KELUARGA TN ”X”


6) Tipe keluarga : Keluarga Inti
7) Suku bangsa : Maluku, indonesia
8) Agama : Islam
9) Status sosial ekonomi : Penghasilan Tn K.T perbulan 2 juta, di samping itu Ny S berjualan
10) Aktivitas rekreasi keluarga : Setiap hari keluarga nonton bersama
b. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
11) Tahap perkembangan keluarga saat ini : Keluarga Tn K.T dalam tahap sekolah
12) Tugas perkembangan keluarga yang belu di penuhi : Tidak ada
13) Riwayat kesehatan keluarga inti : Di dalam keluarga Tn K.T dan Ny S Ada yang menderita
14) Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya : Di dalam keluarga Tn K.T dan Ny S tidak Ada yang menderita penyakit menular
c. Data lingkungan
15) Karakteristik rumah : keluarga mempunyai rumah sendiri dengan jenis rumah Permanen dengan luas 7x9 yang terdiri dari : 1 ruang tamu Kamar tidur, 1 ruang makan, 1 dapur, kamar mandi, Pencahayaan dan ventilasi baik, penerangan yang di gunakan Adalah listrik, dan lantai yang terbuat dari semen.
16) Denah Rumah

Keterangan :
: Jendela
: Pintu
R1 : Ruang Tamu
R2 : Ruang Tidur
R3 : Ruang Makan
R4 : Ruang Dapur
R5 : Ruang WC
GAMBAR 3
DENAH RUMAH KELUARGA TN. X

17) Mobilitas geografis keluarga : Tn K.T tiap hari pergi mengajar di SD inpres, sedangkan Ny S dan tetap di rumah, anak A pergi ke sekolah An. J bermain
18) Perkumpulan kelurga dan interaksi dengan mesyarakat : Keluarga Tn K.T selalu berkumpul bersama dan Melakukan interaksi bersama Tetangga dan masyarakat Dengan baik
19) Sistem pendukung keluarga : semua anggota keluarga Tn K.T sehat,kecuali Tn K.T
d. Struktur Keluarga
20) Struktur peran
- Secara formal : Tn K.T berperan sebagai ayah, Ny S sebagai ibu, An A dan An j sebagai anak.
- Secara informal : Tn K.T berperan sebagai guru
21) Nilai atau nama keluarga : Keluarga Tn K.T menganut nilai-nilai agama, dan nama yang berlaku di masyarkat
22) Pola komunikasi keluarga : Cara berkomunikasi dalam keluarga sangat baik, bahasa yang digunakan dalam keluarga adalah bahasa indonesia
23) Struktur kekuatan keluarga : Tn K.T sebagai kepala keluarga mampu mengendalikan keluarga jika ada anggota keluarga yang sakit, dengan cara mencari petugas kesehatan / puskesmas terdekat .
e. Fungsi keluarga
24) Fungsi ekonomi : kebutuhan keluarga sehari-hari trpenuhi
25) Fungsi pendapatan status ekonomi : Keluarga Tn K.T menurut tetangga adalah keluarga terpandang
26) Fungsi pendidikan :Tn K.T selalu mengajarkan atau mendidik anak-anaknya untuk rajin belajar biar jadi anak yang pandai
27) Fungsi sosialisasi : Dalam keluarga Tn K.T interaksi dan hubungan dalam keluarga terjalin dengan baik, Tn K.T selalu mengajarkan anak-anak untuk selalu menghargai dan menghormati orang yang leih tua
28) Fungsi pemenuhan (perawatan / pemeliharaan ) kesehatan
a) Mengenal masalah kesehatan :
b) Mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan :
c) Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit :
d) Kemampuan keluarga memelihara / memodifikasi lingkungan rumah yang sehat :
e) Kemampuan menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan :
29) Fungsi religius :Tn K.T selalu mengajukan anak-anaknya untuk mengkaji dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa
30) Fungsi rekreasi :keluarga Tn K.T selalu berkumpul dengan nonton bersama.
31) Fungsi reproduksi : Ny S tidak mengikuti KB.
32) Fungsi afeksi : Tn K.T selalu memberi arahan atau nasehat kepada anggota keluarga yang salah.
f. Stres dan koping keluarga
33) Stressor jangka panjang dan pendek :
a. Jangka panjang : Biaya sekolah anak dimassa depan.
b. Jangka pendek : jika ada anggota keluarga yang sakit
34) Kemampuan keluarga merespon terhadap stressor : Tn K.T selalu berusaha jika ada anggota keluarga yang sakit.
35) Strategi koping yang digunakan : Tn K.T mengatasi stressor dengan mendekatkan diri Kepada TUHAN Yang Maha Esa
36) Strategi adaptasi disfosional : jika ada masalah dalam keluarga Tn K.T selalu berusaha menyelesaikan dengan cara bermusyawarah dengan anggota keluarga.
Pemeriksaan Fisik Tn K.T :
1) Keadaan umum : Baik
2) Tanda-tanda vital : Tekanan darah 100/70 mmHg; Nadi 80x/m; Suhu 36oc; pernafasan 20x/m.
3) Kepala : Bentuk bulat, rambut hitam, tidah ada ketombe, kulit kepala bersih dan tidak mudah rontok.
4) Mata : Simetris, konjung tiva pucat, fungsi penglihatan baik
5) Hidung : Tidak ada secret, fungsi penciuman baik.
6) Telingan : Simetris, Tidak ada serumen dan fungsi pendengaran baik.
7) Mulut : Tidak ada caries, fungsi pengecapan baik.
8) Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada nyeri tekan.
9) Abdomen : Tidak ada bekas operasi
10) Ekstrenitas : pergerakan baik.
Pemeriksaan fisik Ny S :
1) Keadaan umum : Baik
2) Tanda-tanda vital : Tekanan darah 120/80 mmHg; Nadi 82x/m; Suhu 36oc; pernafasan 20x/m.
3) Kepala : Bentuk bulat, rambut hitam, tidah ada ketombe, kulit kepala bersih dan tidak mudah rontok.
4) Mata : Simetris, konjung tiva tidak pucat, fungsi penglihatan baik
5) Hidung : Tidak ada secret, fungsi penciuman baik.
6) Telingan : Simetris, Tidak ada serumen dan fungsi pendengaran baik.
7) Mulut : Tidak ada caries, fungsi pengecapan baik.
8) Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada nyeri tekan.
9) Abdomen : Tidak ada bekas operasi
10) Ekstrenitas : pergerakan baik.
Pemeriksaan fisik An A :
1) Keadaan umum : Baik
2) Kepala : Bentuk bulat, rambut hitam, tidah ada ketombe, kulit kepala bersih.
3) Mata : Simetris, fungsi penglihatan baik
4) Hidung : Tidak ada secret, fungsi penciuman baik.
5) Telingan : Simetris, Tidak ada serumen dan fungsi pendengaran baik.
6) Mulut : Ada caries, fungsi pengecapan baik.
7) Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada nyeri tekan.
8) Abdomen : Tidak ada bekas operasi
9) Ekstrenitas : pergerakan baik.
Pemeriksaan fisik An J :
1) Keadaan umum : Baik
2) Kepala : Bentuk bulat, rambut hitam, tidah ada ketombe, kulit kepala bersih.
3) Mata : Simetris, fungsi penglihatan baik
4) Hidung : Tidak ada secret, fungsi penciuman baik.
5) Telingan : Simetris, Tidak ada serumen dan fungsi pendengaran baik.
6) Mulut : Tidak ada caries, fungsi pengecapan baik.
7) Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada nyeri tekan.
8) Abdomen : Tidak ada bekas operasi
9) Ekstrenitas : pergerakan baik
10) Status Imunisasi : Lengkap
g. Harapan keluarga
Harapan keluarga Tn K.T kepada tenaga kesehatan agar lebih memperhatikan keluarga yang kurang mampu
h. Data tambahan
Pola aktifitas sehari-hari Tn K.T :
1) Pola makan keluarga
Makanan pokok keluarga adalah nasi dengan frekwensi makan 3x sehari. Penyajian menu keluarga adalah nasi, ikan, sayur, dan buah.
2) Pola istirahat dan tidur
Kebiasaan tidur malam sebanyak enam jam, mulai dari jam sebelas sampai jam lima sedangkan tidur siang satu jam , dari jam dua sampai jam tiga.
3) Pola rekreasi dan hiburan.
Waktu senggang diperlukan keluarga untuk bersantai dirumah sambil menonton TV dan mendengarkan musik. Keluarga jarang berrekreasi bahkan sekali dalam setahun.

2. Diagnosa Keperawatan Keluarga
a. Analisa dan sintesis data
TABEL 5
ANALISA DATA
No Data Masalah Penyebab
1








2








Data subjektif :
Keluarga mengatakan Tn X menderita penyakit gastritis tiga bulan yang lalu, Tn X mengeluh nyeri uluhati, mual, malas makan.
Data objektif :
Tn X menderita penyakit gastritis akut, porsi makan Tn X tidak dihabiskan.

Data subjektif :
Keluarga mengatakan Tn X menderita penyakit Gastritis tiga bulan yang lalu.Tn X sulit tidur.
Data Objektif :
Tn X menderita Gastritis Akut, konjungtiva pucat. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Tn X








Gangguan pola istirahat dan tidur Tn X
Ketidak mampuan mengenal masalah kesehatan








Ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit

b. Perumusan Masalah
Berdasarkan analisa data diatas maka diagnosa keperawatan keluarga dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidak mampuan mengenal masalah kesehatan.ditandai dengan keluarga mengatakan Tn X menderita Gastritis sejak tiga bulan yang lalu, Tn X mengeluh nyeri uluhati, mual dan malas makan.Tn X menderita Penyakit Gastritis Akut, Tn X porsi makan tidak dihabiskan.
2. Gangguan pola istirahat dan tidur berhubungan dengan ketidak mampuan mengambil keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.ditandai dengan keluarga mengatakan Tn X menderita Gastritis sejak tiga bulan yang lalu, Tn X sulit tidur, konjungtiva pucat.


c. Penilaian Scoring Diagnosa Keperawatan
TABEL 6
PENILAIAN SCORING
Kriteria Skor Pembenaran
Sifat masalah (Ancaman kesehatan)
Kemungkinan masalah diatasi (Hanya sebagian)
Potensial masalah untuk diatasi (Tinggi)
Menonjolanya masalah ( Maslah berat harus ditangani)
2/3x1
=2/3
1/2x2
=1

3/3x1
=1
2/2x1
=1 Merupakan ancaman kesehatan karena dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Sumber daya keluarga untuk berobat ada, tetapi memerlukan waktu yang lama.
Penyakit Gastritis dapat dicegah bila dilakukan perawatan yang baik.
Keluarga menyadari dan perlu mengatasi masalah tersebut.
Sifat masalah (Kritis)

Kemungkinan masalah dapat diubah (mudah)

Potensi pencegahan (cukup)

Peninjolan masalah (Masalah berat harus ditanggani) 1/3 X 1
= 1/3
2/2 X 2
= 2
2/3 X 1
=2/3

2/2 X 1
=1

Masalah dapat diatasi dengan mudak karena ada kemauan.

Keluarga selalu memperhatikan makanan yang dikonsumsi.

Keluarga menyadari bahwa masalah harus segera ditangani.


Total Skor
Sumber : Data Primer, 2009
3. Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga
Berdasarkan diagnosa keperawatan yang telah dirumuskan dan diprioritaskan, maka Rencana Asuhan Keperawatan yang penulis susun dapat dilihat pada table 4 berikut ini :
TABEL 7
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
No Dx Kep Tujuan Kriteria Standar Intervensi
1 2 3 4 5
I Tujuan jangka panjang :
Setelah dilakukan Penyuluhan kesehatan pada keluarga selama 3 hari, diharapkan keluarga mampu mengetahui tentang Gastritis
Tujuan jangka pendek :
Setelah 3x pertemuan keluarga diharapkan dapat :
1. Keluarga dapat menjelaskan tentang Gastritis Pengetahuan a. Keluarga dapat menjelaskan Pengertian Gastritis.
b. Keluarga dapat menyebutkan penyebab Gastritis.
c. Keluarga dapat menyebutkan tanda dan gejala Gastritis.
a. Kaji pengetahuan tentang Gastritis.
b. Berikan penyuluhan.
c. Evaluasi tentang penyuluhan yang diberikan
d. Beri pujian atas jawaban yang diberikan.

Sambungan
1 2 3 4 5
II Tujuan jangka panjang
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan diharapkan keluarga memahami tentang penyakit gastritis
Tujuan jangka pendek
Setelah tiga kali kunjungan keluarga diharapkan keluarga mampu menjaga kondisi keluarga yang sakit



Pengetahuan

















Sikap Keluarga mampu menjaga kondisi anggota keluarga yang sakit yaitu :
a. Pola hidup sahat.
b. Makan makanan yang bergizi.
c. Istirahat yang cukup.
d. Lingkungan yang sehat.
e. Motivasi penderita untuk teratur minum obat sesuai dosisnya.


Keputusan keluarga untuk pergi ke fasilitas kesehatan yang ada seperti puskesmas a. Kaji pengetahuan tentang pola hidup sehat
b. Diskusi bersama keluarga tentang pola hidup sehat.











Menganjurkan kepada keluarga dan anggota keluarga untuk selalu memeriksakan kesehatan ke puskesmas terdekat.


4. Implementasi
Implementasi yang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :
TABEL 8
IMPLEMENTASI
TGL/WKT DIAGNOSA KEP IMPLEMENTASI
1 2 3
22 Juni 2009
10.00-12.30 WIT









23 Juni 2009
14.00- 16.00 WIT







24 Juni 2009
13.00-15.00 WIT I










II








II 1. Memberikan penyuluhan kesehatan tentang penyakit Gastritis.
a. Pengertian Gastritis adalah inflamasi pada lapisan mukosa lambung dan sub mukosa lambung.
b. Penyebab Gastritis
c. Tanda dan gejala Gastritis
2. Menganjurkan penderita dan keluarga untuk menghindari makanan yang pedas dan asam.


1.Menjelaskan kepada keluarga dan anggota keluarga untuk menjaga pola hidup sehat yaitu :
a. Pola hidup sehat
b. Makan makanan yang bergizi.
c. Istirahat yang cukup
d. Lingkungan yang sehat
e. Motivasi penderita untuk teratur minum obat sesuai dosisnya.

Menjelaskan kepada keluarga untuk menjaga kesehatan dan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada.

Sumber : Data Primer, 2009.

5. Evaluasi
Penulis melakukan evaluasi secara keseluruhan dari semua tindakan yang dapat dilakukan dibawah ini :
TABLE 9
EVALUASI
TGL/WKT DIAGNOSA KEP EVALUASI
24 Juni 2009
16.00-16.30 WIT

















24 Juni 2009
16.40-17.00 WIT I


















II S : Keluarga mengatakan:
a. Sudah mengerti dan dapat menjelaskan ulang tentang pengertian, tanda dan gejala dan penyebab Gastritis.
b. Penderita mengatakan akan menjaga kesehatan dan akan mengontrol keadaannya ke Puskesmas.
c. Penderita akan selalu minum obat sesuai anjuran
O : Keluarga dapat memahami dan mengerti tentang :
a. Pengertian, tanda dan gejala dan penyebab Gastritis.
b. Keluarga dapat menjaga kesehatan
A : Masalah teratasi
P : Intervensi dihentikan.

S : Keluarga mengatakan akan memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
O : Keluarga dapat menjaga anggota kesehatan anggota keluarga yang sakit.
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan





B.Pembahasan
Berdasarkan pada penelitian yang dilakukan pada keluarga Tn K.T dengan anggota keluarga yang menderita penyakit Gastritis di wilayah kerja puskesmas Seith Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah yang dilakukan selama tiga hari, maka penulis akan membahas teori dan kenyataan yang ditemukan.
Dalam pelaksanaan Asuhan Keperawatan pada Tn K.T dengan penyakit Gastritis maka penulis menggunakan proses keperawatan keluarga yang meliputi : pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
1. Pengkajian
Pengkajian merupakan dasar utama atau langka awal dari proses keperawatan secara keseluruhan, pada tahap ini semua data tentang pasein yang dibutuhkan dikumpulkan dan dianalisa untuk menentukan diognasa keperawatan. Penulis melakukan pengkajian terhadap Tn K.T pada wilayah kerja puskesmas hila Kecamatan Leihitu Kabupaten maluku Tengah pada tanggal 22 – 24 juni 2009 dalam pengkajian data yang didapatkan pada konsep dasar tinjauan pustaka mengemukakan bahwa gejalah dan tanda dari gastritis akut adalah dyspepsia, rasa nyeri pada ulu hati, anemia, lemah, abdomen ada nyeri tekan, susah menelan, muntah, gelisa, cemas, selalu bertanya-tanya tentang penyakitnya, tidak dapat melakukan aktifitas. Sedangkan pada kasus nyata yang didapatkan tanda dan gelajanya adlah nyeri ulu hati, mual,muntah, sulit tidur, tidak ada nafsu makan
Kesenjangan yang didapatkan antara teori dengan kasus seperti yang diperoleh di atas mungkin disebabkan karena manusia atau individu mempunyai respon terhadap penyakit berbeda-beda, sehingga tidak selamanya antara teori dan praktek itu sama.
2. Diagnosa Keperawatan
Menurut Suprajitno (2004) dikemukakan bahwa masalah keperawatan keluarga pada penderita yang mengalami berbagai penyakit dalam keluarga penderita yang dapat digunakan adlah gangguan proses keperawatan, gangguan pemeliharaan kesehatan, perubahan kebutuhan nutrisi, gangguan penampilan peran, gangguan pola seksual, ketidakmampuan antisipasi duka berkepanjangan, konflik pengambilan keputusan, resiko perubahan peran orang tua, adaptasi yang tidak fungsional.
Sesuai dengan hasil tinjauan kasus maka masalah keperawatan yang muncul pada keluarga Tn K.T adalah pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Tn K . T berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan. Masalah keperawatan kedua adalah gangguan pola istirahat dan tidur tn K .t berhubungan dengan ketidatmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.
3. Perencanaan
Setelah merumuskan diagnosa maka penulis membuat rencana tindakan keperawatan sesuai dengan masalah yang diperoleh dari keluarga Tn K.T yang berpenyakit gastritis dengan melibatkan semua anggota keluarga .
Dalam tahap ini ditentukan tujuan dari rencana. Tujuan yang diharapkan yaitu setelah dilakukan asuhan Keperawatan keluarga pada Tn K.T agar dapat mengatasi semua masalah yang tidak baik menjadi baik dan yang tidak tahu menjadi tahu.
4. Pelaksanaan
Dalam melakukan pelaksanaan Asuhan Keperawatan Keluarga pada Tn K.T yang berpenyakit gastritis dilakukan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan sesuai yang direncanakan. Dalam melaksanakan Asuhan Keperawatan penulis melakukan kerja sama dengan keluarga yang cenderung pada penuluhan yang bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada keluarga baik te ori maupun praktek, selain itu memberikan dorongan dan dukungan kepada keluarga yang lebih terfokus pada penderita agar selalu minumobat sesuai dosisnya dan memanfaatkan pelayanan kesehatan.
5. Evaluasi
Dalam permasalahan yang ada serta tindakan yang dilakukan maka dapat disimpulkan Asuhan Keperawatan Keluarga Tn K.T khususnya Tn K.T sudah cukup mengatasi masalah yang ada. Dari hasil evaluasi yang dilakukan ada sebagian masalah teratasi dan tidak teratasi. Masalah yang belum teratasi memerlukan perhatian dari pihak puskesmas untuk memfasilitasi pelayanan kesehatan.
Secara keseluruhan dari evaluasi tindakan kepada keluarga berakhir pada 24 Juni 2009 dengan kunjungan selama tiga hari ke rumah Tn K.T di negeri Seith berjalan dengan baik.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian diatas dan mengacu pada tujuan khusus dari penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Pengkajian keperawatan keluarga Tn K T dilakukan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan studi dokumentasi untuk memperoleh data yang akurat.
2. Diagnosa yang ditemukan pada keluarga pasien Tn K.T yaitu Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Tn K.T berhubungan denga ketidakmampuan mengenal masalah kesehatan dan gangguan pola istirahat dan tidur berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.
3. Perencanaan keperawatan keluarga dilakukan oleh penulis sesuai dengan kondisi penderita.
4. Pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga dilakukan berdasarkan rencana asuhan keperawatan keluarga yang telah disusun sebelumnya dan adanya kerja sama yang baik antara penulis dan penderita.
5. Evaluasi yang ddicapai oleh penulis dalam melakukan kunjungan rumah selama tiga hari pada Tn K.T pada tanggal 24 Juni 2009 semua berjalan dengan baik dan hasil evaluasi yang dilakukan ada sebagian masalah teratasi yaitu Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Tn K.T dan yang sebagia teratasi yaitu Gangguan pola istirahat dan tidur.


B.Saran
Saran yang dapat diberikan oleh penulis sehubungan dengan penelitian ini adalah :
1. Bagi petugas kesehatan di puskesmas agar dapat memberikan pendidikan kesehatan atau oenyuluhan kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat memahami, mengetahui dan mengerti tentang Gastritis.
2. Keluarga harus berperan aktif dalam pelayanan kesehatan, memberi motifasi kepada anggota keluarga yang sakit dan menjaga kebersihan lingkungan.
3. Institusi dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan memberi ketrampilan yang lebih kepada mahasiswa.








DAFTAR PUSTAKA
Arief,M Triyanti K, safitri R Wardhani W, setiowulan.2000. Kapita selekta Kedokteran Edisi ke-3 Jilid II.media Aescolupius.fakultas Kedokteran UI.Jakarta.
Bailon, maglaya.1978. perawatan Kesehatan Masyarakat keluarga.Collage of Nursing. Dilman, Quezon Citty phillipnes
Effendy nasrul.1998.Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat.Edisi 2.EGC. Jakarta.
Misnadiarly.2009. Mengenal Penyakit Organ Cerna Gastritis (Dyspepsia atau Maag). Edisi 1. jakarta.
Politeknik Kesehatan Ambon. 2007. Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah dan Tata Cara Pengujian Karya Tulis Ilmiah. Tidak dipublikasikan. Ambon.
Suprajitno.2004. asuhan Keperawatan Keluarga Aplikasi dalam Praktek.EGC.Jakarta.
Setiadi.2008. Konsep dan proses Keperawatan Keluarga.Edisi 1.Graha Ilmu.Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share it

News, :)

Loading...
Ada kesalahan di dalam gadget ini